Minggu, 31 Mei 2015

Sebuah Api di dunia


Aku hanya seorang gadis biasa, Yang memilih untuk menghampiri daripada menunggu, yang memilih merebut daripada berharap. Aku adalah gadis yang gigih, yang melalui mataku dapat kalian cahaya kehidupan yang menari indah. Aku punya rasa ingin tahu yang luar biasa, yang sangat bersemangat mencoba bermacam-macam hal hingga mendapatkan nilai terbaik. Aku pun akan tersenyum lebar menyaksikan kemenanganku. Aku adalah seorang gadis yang memiliki semangat berapi-api dan membara. Aku berpikir dengan cara yang unik. Aneh iya. Malah sangat enggak jelas. Pejuang tangguh pasti.

Namun sayang ini pun hanya dunia biasa. Terkadang manusia seperti aku ini dianggap berbahaya. Api semangat ku yang berkobar-kobar, dengan berbinar-binar kuimpikan menjadi lilin di kehidupan, terkadang bisa menghanguskan sebuah rumah atau malah dipadamkan oleh orang-orang dekat. Karena mereka takut kebakaran. Mereka khawatir kebakaran yang membinasakan. Tanpa menyadari bahwa setiap hari mereka hidup dengan sang maha api, matahari.

Biarlah lilin ini tetap menerangi ruangan yang gelap ini. Jangan cela kekecilan api yang dihasilkannya dan takut pada rasa panas yang dihasilkan. Sesungguhnya dia membakar dirinya sendiri untuk menyinari. Dia berusaha keras untuk tidak meleleh dan memperbesar cahayanya. Biarkanlah lilin itu bertahan hingga akhir, jangan matikan apinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar