Kamis, 20 Agustus 2015

Cerita hidup Hemat di Singapura (SG), TIPS & TRIK

Dear Readers,

Sekarang adalah hari ke-18 aku stay di Singapura, masih sebentar banget ya? 2 minggu lebih sedikit
It cost me 10 days to adapt here, not perfectly adapted, but at least I didn't get lost again ;)
Mungkin aku bakal cerita mengenai getting lost in NTU later

This time, Aku mau cerita tentang cerita hidup hemat di Singapura.

Living cost di Singapura itu mahal sekali apabila dibandingkan dengan "Indonesia", my home country. Apalagi sudah 2 tahun aku tinggal di Jogja untuk kuliah di UGM. Biaya hidup di Jogja bahkan lebih murah apabila dibandingkan dengan Medan dan sekitarnya, mungkin karena Jogja itu kota pelajar ya?

Seberapa mahal sih Singapura itu?
jawabannya adalah 3-5 times lebih mahal daripada Indonesiaaa
Wajar sih, melihat currency 1 SGD(Singapore Dollar) = RP 10.000 (mendekati), sedih ya?


Jadi, kalau dulu di Jogja aku beli makan cukup gizi kira-kira menghabiskan sekitar 8ribu-20ribu, apalagi nasi padang tuuuh, udah ada sayur dan lauknya + nasi banyak.
Kenyang, Enak, dan Sehat.

Beda dengan di Singapura, disini hitungannya per jenis gitu kan. Aku cerita makanan yang di sg langsung di convert ke rupiah aja ya biar apple to apple ngebandinginnya.
Sampai sekarang, bisa dibilang aku udah coba makan di banyak tempat. Di NTU sendiri ada banyak sekali kantin, mulai dari kantin di hampir semua hall (hall adalah asrama yang jumlahnya ada 20 asrama di NTU) hingga kantin di Academic Complex (kampus).

Okay, le't Start! ini beberapa harga yang aku ingat yaa:

Harga nasi disini adalah Rp5000
Harga ayam disini mulai dari >=Rp25ribu
Harga sayur mulai dari >=5000
So It takes minimal 30ribu untuk makan nasi+lauk ajaa
Ada sih makanan murah di boonlay, Nasi+Ayam+telur dengan harga 22ribu
Tapi boonlaaay jaaauh, adanya di Jurong Point mall (JP) dimana dibutuhkan Rp22.400 untuk bolak balik (NTU-JP-NTU).
So, alternative solution is kalau kita mau belanja kebutuhan pribadi di JP baru kita makan di boonlay
Nice! :)

Harga yang paling mengerikan lagi di Sg adalah Produk Skin Care! Hwaaaaa
I can't afford to even think about it, so expensive
Harga sabun cuci mukaku (biore) itu paling mahal 17ribu di Indonesia, tapi di singapura harganya 77ribu
Harga sikat gigi (isi 3) kemarin aku beli 7ribu di Indonesia, tapi di Sg harganya 27rb
Harga pasta gigi di Indonesia itu paling mahal belasan ribu kan, tapi di Sg harganya >40rb
Harga handbody vaseline di Indonesia itu 38ribu, tapi di sg harganya 100rb
Harga deodorant itu paling mahal 20ribu di Indonesia, tapi di Sg harganya mencapai 40rb
Belum lagi harga deterjen, peralatan masak, sun block, buah2an, dkk

Jadi, ini adalah hal yang kami bawa dari Indonesia untuk hidup hemat apabila stay cukup lama di Sg:
1. Skin Care
Skin Care terutamaaaa, HARUS bawa dari Indonesia
mulai dari segala jenis sabun yang dipake, pasta gigi, bedak, lotion, sikat gigi, shampoo, deodoran
Pokoknya semua skin care yang dipake, hehe

2. Breakfast (Sarapan Pagi)
Ini penting sekali. Untuk sarapan pagi bisa bawa choco crunch, susu, oatmeal, selai, energen, abon, roti, selai, kopi, teh, dkk dkk

3. Laundry (untuk nyuci)
Ini penting banget, untuk nyuci bisa bawa deterjen, pewangi pakaian, penjepit jemuran, Sabut atau sponge untuk nyuci baju.

4. Additional
Aku enggak bawa yang satu ini sih, tapi temanteman yang lain pada bawa
Di hall NTU itu ada pantry yang isinya kompor gas, oven, dan tempat nyuci piring.
So bisa bawa panci, kuali atau yang lebih kece lagi rice cooker (bisa dikamar) untuk semakin hemat lagi. Dengan adanya peralatan itu, kita bisa membawa ikan sarden, minyak, nasi, nugget dan hotdog (tapi ini perlu di kulkas kan ya?), atau Indomie (tak boleh dilupakan), spaghetti, dkk dkk. Pokoknya makanan yang semi instan.
Itu bakal bantu hemaaat banget! Percaya deh :)

Astagaaa, kok aku uda kayak Ibu-Ibu belanja aja ya? Ahahaha

Itu karena Rupiah jauh lebih murah dari Sg sih kalau menurutku, soalnya temen2ku yang dari Korea, China dkk yang currency nya gakterlalu jauh itu merasa harga di Sg biasa aja karena di negara mereka juga harga nya di sekitar itu.


That's why, I and my fellowmates (All Indonesia's girls) decide to stop converting everything's cost into Rupiah.
Converting makes us Frustrating you know.

"1" (dollar) itu sedikit kan? jauh lebih sedikit apabila dibandingkan "10ribu"

Adapt! Study Hard! Play Hard! :D

1 komentar:

  1. Wah hidup di singapura selain paling mahal juga anomali, disaat seluruh dunia harga-harga turun disingapura justru naik. SUMBER: Perekonomian Singapura sedang sulit, tarif listrik naik 9.2% dan akan disusul kenaikan lainnya

    BalasHapus