Rabu, 16 Mei 2012

Contoh Naskah Drama tentang Ibu yang sedih..

Nah, kalo ini nih drama pas penyambutan Maulid Nabi Muhammad saw..
Ceritanya tentang Ibu..
ini juga drama anak X-4, cekidot



Ibu,, maafkan Aku
Ini adalah sebuah cerita yang dapat kami persembahkan dari kelas X-4 mengenang dan memeriahkan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW.,yang mana kami analogikan dari dahulunya Nabi Muhammad SAW hidup tanpa adanya kasih sayang kedua orang tua,Dan kami berharap cuplikan kisah berikut dapat bermanfaat bagi kita semua.Amiin.
                Pada suatu hari di sebuah Dusun ‘’Suka Sedih’’  hiduplah seorang ibu dengan anaknya yang bernama Nanda.Nanda Adalah anaknya tunggal dan suka melawan kepada orang tua,serta ia tak pernah taat kepada ajaran agama islam,ajaran Allah SWT.Ibunya sendiri yang menafkahinya dirinya dengan membuka pengajian muslimah,sedangkan ayahnya telah lama pulang ke Rahmatthulllah.
                Sebenarnya sebelum Ayahnya meninggal dunia,Nanda adalah anak yang baik,sholehah.tapi semuanya berubah seketika begitu saja ketika ayahnya meninggal,Ia begitu terpukul dan merasa dan merasa Tuhan tak berlaku adil padanya,
Mari langsung saja kita saksikan bersama-sama cuplikan ceritra ceritryu berikut ini......
(Waktu itu adalah sore yang sejuk dan indah...Nanda dan teman-teman se genk nya sedang asyik nongkrong-nongkrong di ‘basecamp’ biasa mereka)
Nia:Ehh,.Nan kebayang gak sih kalo kita pake jilbab??(sambil menguntir untir rambut cantiknya)
Nanda: hahah...ya ga mungkin lah! Hari gewneh pake jilbab?? Cappe ddeh..
Riki & Dana:hahaha,, bisa mirip badut nyasar ga ya? Haha...mungkin dunia bisa kiamat dehh kalo kelen pake jilbab!!
Riki:Betull..betull betull... huu!!apa kata dunia ya?? Ga gaul..gauull ga gauul!!
(Tiba-tiba para santrinya Ibu Bella-sungkawa,Ibunya Nanda lewat.Mereka hendak pergi ke pengajiaan.Geng Nanda yang  jahil langsung saja mengganggu mereka)
Dana:Eheemm...ehemmm cewek...!! cco cweet banget sih... mau kemana siih?
(Salah satu santri menyelutuk dan santri-santri yang lain pun ikut bisik –bisik karena risih oleh ulah mereka)
Isvi:weii liat deh matanya serem lohh..
Riska & Diah: tau ah.. mau apa sih mereka..hiih!
Dana & Riki: Woii woii cantik cantik pada tungkiik’an ya??huu!cantik cantik sombong! Weii jolek nya keleen.. munafik!! Mentang mentang berjilbab!!
Nanda & Nia: ntahh huu!!!
(Para santri yang sudah tau tabiat mereka setengah berlari menghindari mereka.Ada juga yang ketakutan,,Hingga tibalah mereka ke rumah ibu Bella-sungkawa)
Santri-santri: TOK..TOK..TOK Assalamualaikum..
Ibu:Walaikumsalam mari masuk..uhuukk uhuk..Mari masuk anak anakuh..
Ibu:---ceramah
(Tiba –tiba  saat ibu sedang ceramah dengan hikmat Nanda datang dan menyeruak ke dalam rumah.Ia sangat marah melihat para santri berkumpul-kumpul di rumahnya,itu menghalangi jalannya ke kamar .Dengan amarah yang menggebu-gebu ia  membentak para santri)
Nanda:Woii!! Ngapai kelen disini hah??Minggir minggir!!Apa apaan ini?Pulang  pulang  sana ..!Hush!! hushh!!!
Ibu: astaghfirullah...istighfar Nan...nyebut Nan..nyebut(terbatuk-baytuk dan berusaha berdiri)
Nanda: butt..buutt..buuuuutt.....
Hazlizah:loh kok gitu ya??
Nanda : tapi disuruh nyebut?????(kesal dan bingung)
Ibu: Asstaghfirullah nak,,,(memegang pundak Nanda)
Nanda:alah.. udahlah...pulang sana!! Pulang!!  Lagian ga ada gunanya juga pengajian kayak gini..
Buang buang waktu aja!(pergi beranjak dengan menghentakkan  kaki keras keras pertanda ketidak sukaannya.)
Ibu:ya sudahlah..uhukk..ibu mohon maaf atas kelakuan Nanda...Sebaiknya kita sudahi aja dulu pengajian kita kali ini dengan menyebutkan hamdalah
Santri-santri:Alhamdulillah,,kami permisi dulu Bu,,,Assalamualiakum...
(Setelah pulangnya para santri,dirumah Nanda berteriak memanggil ibunya.Ia ingin minta uang saku sebanyak-banyaknya.Nanda yang ingin pergi begitu malu karena ditunggu teman-temannya.)
Nanda:Buu!!! Ibuu!!...
Ibu: (terkaget kaget) astaghfirullah Nanda ada apa kamu teriak teriak begitu?
Nanda: Alah ibu jangan banyak tanya..sekarang aku perlu uang..uang!!(membentak ibu)
Ibu:Tapi Nan,kamu mau kemana lagi?kamu kan baru aja pulang??tak baik anak perempuan begitu..
Nanda: (amarahnya mulai memuncak) ibu gak usah sok ngatur aku ya!!emang ibu peduli apa sama aku hah!??  Sekarang juga aku mau uangku..!!suka suka ku lah mau kemana!(sambil mendorong ibu,tatap matanya penuh kebengisan)Cepat lah bu!! Aku malu sama teman-temanku!!
Ibu: (tatapan kesedihan yang mendalam)Nan kamu kan tau ibu kesusahan mencari nafkah,untuk makan aja susah,ibu sedang   benar benar gak ada duit nak..(memegang pundak Nanda)
Nanda: (menepis tangan ibu dan mendorongnya hingga jatuh) Dasar orangtua gak berguna! Miskiin!!
Dengar ya bu, aku ga pernah berharap bisa jadi anak ibu!!!ITUHAN emang gak adil sama aku....
Minggir aku mau pergi.
(menggerogoti uang dalam saku ibu dengan paksa.Nanda membuat hati ibu begitu terluka.Ibu berusaha menentang Nanda.Usahanya sia-sia ibu yang sakit tak berdaya terbaring lemah karena didorong Nanda.Di luar Nanda dan teman segenk nya sedang tertawa tawa.Mereka menjahili siapa saja orrang yg lewat,Ia sama sekali tidak tau bahwa Ibunya di Rumah sudah sekarat.)
(Rizka dan Diah sedang diperjalanan pulang bersama santri yang lain.Tiba-tiba Rizka teringat akan bukunya yang tertinggal di Rumah ibu Bella-sungkawa.)
Rizhka: ya ampun...Diah! buku ku ketinggalan(menepuk kening)
Diah:dimana?dimana ukhti Rizka?
Rizka: aduhh..ayoklah kawani aku..kayaknya tinggal di rumah ibu Bella-sungkawa.Kalian tunggu sebentar ya..
(Rizka mengetuk pintu tapi tak ada jawaban.Begitu masuk mereka kaget.Ibu sudah tergeletak tak berdaya.Ibu pun menyampaikan sepucuk surat sbgai pesan terakhirnya untuk Nanda.Akhirnya ibu telah berpulang ke Rahmatullah)
Rizka & Diah: Ibu?? Ibu!! Ibu !! bangun bu..??!!! ibuuuu........!
(Di luar  Isvi dan Lita dan santri lain mendengar jeritan dari arah rumah Ibu)
Isvi:kayaknya aku dengar jeritan deh..
Lita:ia,,dari rumah Ibu,,,ayo kita lihat...apa yang terjadi ya?
(Semua santri kaget)
Santri-Santri:Ibu....Ibu jangan pergi..!! Ibu...huhuhu...
(Untuk mengiringi kepergian Ibu,Para santri membaca Yasin,Namun tiba tiba Nanda yang berpergian dari tadi pulang.Ia kaget sampai rumah dan tidak percaya akan kenyataan........
Nanda:Apa apaan ini hah?woi jawab ada pa?!! Ini siapa??!!  JAWAAB!!(mendorong bahu Diah)
Diah:Apa sih Nan??!! Jadi kamu belum sadar juga!!!!Ini semua gara gara kamu Nan,,ibu sangat menyayangi kamu..tapi kamu malah tak ada disaat akhir dari hidupnya...kamu Jahat Nan..Jahat(menunjuk nunjuk muka Nanda)
Isvi:Iaa,! Anak macam apa kamu Nan..kamu sama sekali tak mengerti keadaan ibumu...!!
Nanda:APA KELEN BILANG!!GA MUNGKIN!! IBU KU MASIH BAIK BAIK AJA TADI!!!! KELEN APAKAN IBUKU HAH!!! (mendorong kasar Diah hingga jatuh)
Diah:apa sih mau mu Nan!!apa!!!(berteriak sekeras mungkin.emosi menyala di wajahnya)Ibu mu udah ga ada lagi!! Masih mau nyalahin siapa!!?? Nyalahin Orang Lain!!
Isvi: Sekarang apa yang mau kau lakukan?? Udah puas bikin ibu sakit dan menderita??apa??!!sekarang kau mau apa lagii? Jawab!!! pergi lagi dengan teman se genk mu ituu??ayo silahkan...(mendorong dorong Nanda)
Riska:Sudah lah kalian ini,,mengapa malah bertengkar..Ibu sudah berpulang kesisiNya.tak ada yang perlu dipersalahkan.Nanda kami turut prihatin pada keadaanmu,Nan...
Desi:Ibu kamu udah tiada Nan,,,.Ibu kamu meninggal(suara yang lemah penuh duka kesedihan.Desi berbisik di samping Nanda sambil memegang pundak Nanda,air matanya mengalir.
Nanda:Gakk!! Ga mungkin!!kelen semua Bohong!!mana ibuKu??Gak mungkin....gakkk!!! IBU
(Nanda terduduk disamping Ibu.Badan nya terhempas kelantai.Ia tak dapat lagi menahan duka dan pilunya.pikiranya kacau dan hatinya hancur berkeping keping..Ia menangis sejadi-jadinya.Ia merasa sangat menyesal karena tak pernah membahagiakan ibunya.Ia memanggil manggil ibunya...tapi sia-sia.Ibunya telah tiada,semuanya sudah terlambat....di saat akhir nafas Ibunya pun ia tak melihat beliau.)
(Semenjak kepegiaan Ibu Nanda menjadi anak yang bersedih,pelamun dan suka menyendiri.Ia tidak lagi beteman dengan teman se genknya.Suatu ketika sore hari.Nanda seorang diri duduk  menung di dalam rumah.Tiba-tiba para santri alm Ibunya dulu datang mengirimi surat terakhir ibunya)
Para Santri:TOK..TOK..TOK.. Asalamualaikum..Nanda!! Nanda
Nanda: (membuka pintu..) walaikumsallam Hai,ayo masuk..
Rizka:Nan,sebenarnya Ibumu ada menitipkan surat untukmu sebelum meninggal dunia,ini
(Nanda membaca Surat)
Air Matanya jatuh...Ia merasa sangat menyesal dan sedih
Rizka:Yang kuat ya Nan...harus tabah...dibalik cobaan pasti ada hikmah dan kemudahan...
Lizah:Nan,mulai sekarang jadilah anak yang solehah! Agar do’a mu dapat dikabulkan oleh Allah SWT.berdo’alah untuk Ibumu.
Fitri:Mulai sekarang kita teman ya Nan,kalo butuh bantuan kita akan selalu ada untukmu.

(Nanda sangat besyukur karena masi memiliki teman yang baik.Nanda kini telah menjadi anak yang sholehah,ia mengenakan jilbab.Ia ingin membahagiaakan ibunya diakhirat.Mereka semua pun memeluk Nanda.)
(Demikianlah cuplikan Drama yang dapat kami sampaikan.Semoga hikmah dan pesan-pesan pada Drama ini dapat kita amalkan.Bahagiakanlah orang tua kita selagi ia masih ada.Dan bila Ia sudah tiada,jadilah anak yang solehah dengan begitu,jadilah anak yang soleh dan solehah,agar do’a kita dapat diterima Di sisinya dan Ia bisa terhindar dari azab kubur dan Api Neraka.
Kami mengibaratkan kedua-dua ibu bapak kita sebagai sebatang pohon
. Saat kita masih muda, kita suka bermain dengan mereka. Ketika
kita meningkat remaja, kita perlukan bantuan mereka untuk meneruskan hidup. Kita
tinggalkan mereka, dan hanya kembali meminta pertolongan apabila kita di dalam kesusahan.
Namun begitu, mereka tetap menolong kita dan melakukan apa saja asalkan kita bahagia dan
gembira dalam hidup. Anda mungkin terfikir bahwa anak perempuan itu bersikap kejam terhadap
ibunya, tetapi fikirkanlah, itu hakikatnya bagaimana kebanyakan anak-anak masa kini
melayani ibu bapak mereka.
Hargailah jasa ibu bapak kepada kita. Jangan hanya kita menghargai mereka semasa
menyambut hari ibu dan hari bapak setiap tahun. Ini adalah ungkapan bagaimana anak belajar dari kehidupannya.
Ungkapan Dalam Mendidik Anak
Jika anak di besarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak di besarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak di besarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah
Jika anak di besarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
Jika anak di besarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
Jika anak di besarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
Jika anak di besarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak di besarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak di besarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak di besarkan dengan penerimaan, ia belajar mencinta
Jika anak di besarkan dengan dukungan, ia belajar menenangi diri
Jika anak di besarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan
Jika anak di besarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawaan
Jika anak di besarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
Jika anak di besarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak di besarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
Jika anak di besarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran                                       
Jika anak dibesarkan kasih sayang dan persahabatan ia belajar menemukan cinta dalam kehidupannya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar