Minggu, 10 Juli 2016

Cerita tentang semester 6 - Sebuah Pembuktian

Selamat Putri IPnyaaaa!!! Pasti seneng banget deh, dengan semua perjalanan dan perjuangan berdarah darah kemariin :D

Angin, 2 Juli 2016
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Semester 6 adalah semester yang paling sulit dan mengerikan untukku, dan aku yakin bahkan hingga aku lulus nanti, tidak akan ada semester yang dapat mengimbangi semester 6 sebagai semester termengerikan ini.
Tidak terhitung seberapa besar kekhawatiran dan ketakutanku di semester 6 ini.
Tidak terhitung lagi berapa kali bantalku basah karena air mata.
Mudah sekali untuk mataku terasa panas dan air mata pun mengalir.
Iya, Semester 6 ini mengerikan.

Tapi aku belajar 1 hal yang sangat berarti, aku telah membuktikan 1 hal.
bahwa manusia memiliki kemampuan yang luar biasa.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Yogyakarta, Awal Februari 2016

Uwaaa akhirnya aku bisa kembali ke kehidupan normal setelah meninggalkan kampus selama 1 Semester! Aku sangat merindukan kuliah dan teman-teman dan sahabat-sahabat di Jogja ="D
Hari-hari dan rutinitas yang sangat aku kenal pun aku jalani selama dua minggu.
Dua minggu?
Iya, hanya dua minggu. Aku harus pergi lagi di awal minggu ketiga dalam rangka mengikuti YSEALI Academic Fellow SEED @ Arizona State University.
Ting tong, tepat sekali.
Masa kuliah sebelum UTS adalah 7 minggu sehingga aku akan menghadapi UTS begitu aku sampai Jogja.

Untuk seorang mahasiswi yang tidak pernah bolos sekalipun (oke, pernah bolos sekali karena ngambil data di Klaten dan terlalu telat untuk masuk kelas, ada izin karena ikut lomba jugaa)
Bolos satu mata kuliah adalah hal yang tabu
Bolos 5 Minggu? itu adalah super nightmare yang mengerikan.

Dan Ya, Nightmare itupun, indeed, happened.


United States, 19 Februari-27 Maret

Selama di Amerika, aku dan other fellows memiliki jadwal yang sangat penuh dari pagi hingga malam,
Kami selalu jalan ke kampus ASU yang di Tempe karena lokasi kampus yang tidak jauh atau naik kereta (railroad) ke kampus ASU yang di Phoenix. Di kampus, kami melakukan kegiatan perkuliahan, workshop, maupun leadership forum.
Kami juga melakukan site visit dimana kami mengunjungi banyak organisasi-organisasi yang letaknya di sekeliling daerah Arizona (Tempe, Phoenix, dan lain-lain).
Kami melakukan cultural visit dimana kami mengunjungi banyak tempat yang luar biasa indah, seperti Grand Canyon, San Fransisco, Los Angeles, Washington DC, dan banyak tempat luar biasa lainnya.

Semua kegiatan-kegiatan itu hampir membuat kami selalu tiba di hotel malam hari dalam keadaan amazed, tetapi kelelahan pastinya.
Mandi air hangat dan Tidur adalah hal terindah yang dapat dilakukan berikutnya.
Aku mendapatkan bagian mandi air hangat, Alhamdulillah.
Sayangnya aku harus say goodbye dengan tidur setiap malamnya.

Aku masih punya tanggung jawab kuliah di UGM.

-Aku harus mengerjakan semua homework dan tugas-tugas tanpa menerima materi kuliah apapun
-Aku juga harus mengerjakan kuis online yang tidak aku pahami itu apa
-Aku juga harus mencatat semua catatan-catatan kuliah untuk 22 SKS yang sangat banyak
-Aku juga harus mengerjakan tugas-tugas lomba yang aku ikuti dengan teman-teman di UGM
-Tugas-tugas kelompok yang tidak dapat aku kejar dan berakhir dengan merepotkan anggota kelompok

Selain itu, ada banyak tugas untuk program YSEALI SEED-nya jugaa

-Tugas kelompok mengenai railroad
-Tugas individu yang sangat banyak mengenai projek yang dimiliki masing-masing dari kami

Jadi, aku harus melakukan beberapa pengorbanan:

1. Tidur Berkurang.
I got less, less, and lesser sleep karena banyaknya tugas yang harus dikerjakan dan deadline.
Kalau terlalu lelah, aku akan tidur sebentar dan bangun tengah malamnya untuk lanjut mengerjakan tugas-tugas.

2. No Hang Out.
Aku tidak bisa meng-explore Amerika secara optimal karena waktu yang tidak cukup. I keep telling myself, 'don't be greedy. there is always trade off in every decision.'
Dan aku memutuskan untuk memperjuangkan kuliahku.
Ketika teman-teman pergi keluar untuk keliling dan bersenang-senang, yang aku lakukan adalah berkutat dengan tugas-tugasku di kamar hotel, ditemani dengan secangkir kopi dan coco crunch ataupun oat.

3. Bergantung kepada orang lain.
Di dalam hidup ini, hal yang paling aku hindari dan aku berusaha semaksimal untuk tidak lakukan adalah meminta bantuan orang lain atau merepotkan orang lain.
Tetapi, aku harus meminta bantuan orang lain agar dapat mengejar materi kuliah yang tertinggal.
Aku meminta bantuan sahabat-sahabatku untuk memfotokan semua catetan kuliah, meminta jawaban tugas-tugas (enggak tau dan gabisa ngerjainnya), dan banyak hal lainnya.
Aku membenci diriku karenanya, tapi aku harus melakukannya demi kuliahku.
Aku berhutang banyak sekali kepada sahabat-sahabatku. Sangat banyak.
Terima kasih banyak sahabat. {}

4. Ngantuk dan Kelelahan
Karena malamnya aku selalu bergadang, dampaknya adalah rasa kantuk dan lelah di esok harinya. Tidur di kelas ketika kuliah ataupun workshop adalah hal yang seringkali terjadi.
Di perjalanan pun, ketika di bis atau di railroad atau di pesawat, ketika teman-teman saling bercerita seru atau nonton film super update di pesawat, aku selalu tertidur karena kelelahan.


Itulah cerita perjuangan kuliahku di tengah-tengah YSEALI Academic Fellow SEED @ Arizona State University.



American dan Japan Airlines, 26-28 Maret 2016

Tanggal 27 Maret 2016, kami kembali ke negara masing-masing.

Untuk Aku, rute yang ditempuh adalah ini.
Washington DC - Dallas, 26 Maret 2016, 06.45 - 09.23, American Airlines
Dallas - Narita, 26 Maret 2016, 13.10 - 16.30, Japan Airlines
Narita - Jakarta, 27 Maret 2016, 18.55 - 01.00, Japan Airlines
Jakarta - Yogyakarta, 28 Maret 2016, 05.25 - 06.40, Garuda Indonesia

Perjalanan selama 24 jam yang panjang dan penuh perjuangan untukku,

Aku berusaha keras untuk belajar selama di pesawat karena detik-detik menjelang ujian yang sangat dekat.
Sayang sekali, penerbangan yang terjadi adalah penerbangan malam sepanjang hari sehingga lampu di dalam pesawat dimatikan. Belum lagi cahaya lampu di Japan Airlines itu bewarna kuning oranye dan sangat mendukung sekali untuk tidur.
.
Kursi yang sangat nyaman dan luas, kedinginan, lampu yang remang-remang, semua hal itu membuatku jatuh tertidur setiap kali membaca buku, Astagaaa
Kopi yang selalu aku minta setiap kali ditawarkan oleh flight attendance pun hampir tidak berpengaruh sedikitpun.
Benarbenar perjuangan melawan diri sendiri dan rasa kantuk.

Welcome back to Yogyakarta
1
2
3
Perjuangan pun dimulai.
Aku tiba di jogja pada tanggal 28 Maret 2016 pukul 06.40
dan UTS pertamaku adalah pada tanggal 29 Maret 2016 pukul 07.30
Ujian Tengah Semester tanpa pemahaman mengenai materi kuliah atau blank.
Aku jatuh bangun belajar untuk UTS kali ini.
Menemukan jalan buntu, tidak paham, meminta tolong banyak teman, frustasi, kurang tidur, kecapekan adalah hal-hal yang mengisi hidupku.

UTS pun berlalu, move on, dan aku melanjutkan kuliah seperti normal.
Normal? Tentu saja tidak. life isn't that generous to me.
Praktikum PSS yang aku tinggalkan selama setengah semester dan terdiri dari pre test, post test, dan on the spot menghantuiku.
Aku tidak paham sedikitpun tentang menggunakan software ProModel dan Flexsim, tapi aku harus melakukan ujian-ujian yang sulit di atas, aku benarbenar tidak mengerti dan menyerah.
Aku menyerah, untuk pertama kalinya dalam hidupku.
Syukurlah ada Angin yang mengatakan untuk tidak menyerah dan mengancam bahwa 1 nilai E akan merusak keseluruhan IPK dan transkripku. Oke, ini ancaman yang sangat menyeramkan.
Nafa dan Fira juga merasa sangat kasihan kepadaku dan memutuskan untuk mengajariku tentang software itu dengan sangat sabar. Makasih banyak Nafa dan Firaaa, kalian is THE BEST!

Dan datanglah UAS.
Enggak tau kenapa, sepertinya aku kehilangan irama ketika belajar UAS dan mudah panik sekarang.
Tapi UTS dan UAS selalu membuatku takut dan frustasi, jadi aku benerbener kacau ketika UAS.

Semester 6 yang mengerikan pun berakhir. Alhamdulillah.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Epilog- Sebuah Pembuktian

"Karena kamu punya target Put, makanya kamu berjuang berdarah-darah seperti ini" - Angin

Hari itu, aku mengumpulkan semua keberanianku, banyak berdoa dan membuka palawa untuk melihat IP Semester 6.
Dengan penuh keberanian dan keikhlasan, aku membukanya.
Dan Alhamdulillaaaaaaaaah ya Allah!!
Aku menelpon keluargaku dan nangis belerbeler saking terharunya waktu itu.
Aku mendapat IP 3,97 di Semester ini Huwaaaaaa


Alhamdulillah, Alhamdulillah ="D
Aku berhasil membuktikan bahwa aku bisa.

ehem ehem. Jadi ini adalah penutup cerita kali ini.

"Aku rasa, Semester 6 adalah waktu dimana aku didorong kuat dan keras. Belum mecapai Limit, masih jauh bahkan, karena manusia memiliki kemampuan yang luar biasa.
Tapi aku tahu bahwa aku selangkah lebih dekat menuju Limitku." 
-Putri

1 komentar:

  1. Aku baru baca tulisan kak putri yang iniii dan demi apa kak putri keren bangeeeeet, MasyaAllah. Pokoknya bener-bener kagum sama kak putrii :))

    BalasHapus