Sabtu, 08 Desember 2012

Sinar Kecil Anna part 2

Ken tersenyum nakal &, “ Haruskah kita merayakannya?”, dari balik punggung Ken, dikeluarkannya kembang api yang banyak dan memberikan sebagian kepadaku.
Aku hanya terdiam dan menatap kembang api itu kosong.
“Anna?”
“Oh, oh..” Tak terasa air mataku menetes dipipiku
“Anna? Kamu gakpapa?” Ken terlihat cemas.
Aku tersenyum, “Makasih Ken” Kataku dan menyentuh tangan Ken pnuh terima kasih. Aku memalingkan wajahku dan memandang kebalik kejauhan laut dan berkata
“Kau tahu, aku bahkan tidak pernah bermimpi akan mendapatkan kebahagiaan ini. Bahkan, kalau aku mati sekrang, aku akan menyambutnya sukacita dengan senyum”
Ken hanya diam mendengar dan mempererat genggaman tangannya di tanganku,
Aku pun melanjutkan, “Seorang anak yatim piatu yang terlantar, berusaha untuk bertahan hidup dengan mengais makanan, hari ini berdiri di atas panggung dengan ribuan orang meneriakkan namanya, pergi ke pantai untuk pertama kalinya, berpiknik untuk pertama kalinya, dan bermain kembang api untuk pertama kalinya, bersama pria yang mengisi mimpi setiap wanita.” Kuangkat wajahku dan memandang Ken, “Bagaimana aku bisa melanjutkan hariku? Bolehkah aku egois? Berharap waktu berhenti saat ini juga.”
Ken mengusap air mataku yang mengalir dipipiku, tetapi tetap diam menatap wajahku. Kukuatkan hatiku, dan aku tersenyum kepada Ken.
“ Aku tahu kenapa kau membawaku kesini, Ken” Kataku dengan suara bergetar. Aku taktahu bahwa hati bisa sesakit ini, sesak. Butuh seluruh kekuatan untuk menahan air mata yang mendobrak keluar.
“Kita telah usai, kan?” Kulihat Ken hendak berbicara, tapi aku langsung memotong.
“Terima kasih karena hari itu kau menghiraukan gadis yang menyedihkan ini, yang mengemis meminta tolong. Terima kasih karena kau telah memberikan 3 bulan waktumu dengan namamu diikatkan denganku.”. “Kembang api ini” kuberikan kembang api itu kembali kepada Ken, “akan kita mainkan ketika kita bertemu lagi setelah segala masalah selesai”, aku tidak sanggup menatap mata Ken. “Mungkin beberapa tahun kemudian”, Akhirnya air mataku pun mendobrak keluar, aku berdiri dan berlari meninggalkan Ken.
3 bulan lalu, saat aku memaksaku bertemu Ken & meminta tolong agar bisa menjadi pacar pura- puranya, Ken tidak tertawa mendengar ide konyol itu. Dia hanya tersenyum dan mengatakan ‘iya’. Tapi dia hanya punya waktu 3 bulan karena dia harus pergi ke Amerika untuk kuliah di Harvard demi mencapai impiannya sebagai prodser.
Hari itu aku menyetujui & tersenyum penuh terima kasih. Tanpa tahu, bahwa detik pertama aku melihatnya
‘aku mncintainya’



~o0o~

2 tahun kemudian....

“ANNA! ANNA!”
Aku tersenyum lebar memandang indahnya gemuruh penonton dan sambil melambaikan tanganku menghilang dibalik panggung.
Karirku berkembang sangat pesat. Walaupun kabar berakhirnya hubunganku dengan Ken sempat menggoyahkanku, tapi dengan keajaiban, hal itu berlalu dan bahkan orang bersimpati kepadaku.
Hari ini, setelah konser pertamaku berakhir, aku pergi kepantai itu. Seperti puluhan konser sebelumnya, aku duduk diiringi suara2 indah alam memandang merahnya langit.
Tiba- tiba seorang anak kecil menghampiriku, “Kak, kak, ada surat nih” katanya lucu khas anak- anak.
Aku berjongkok didepan anak kecil itu, “Oh, makasih adik kecil” Aku melihat keseliling dengan penasaran, “dari siapa, adik kecil?”
“Penggemar kakak” Bisik anak itu pelan dan berlari pergi sambil tertawa.

Dengan bingung, kubuka surat itu.

Bintang Kecilku, sinarmu kini telah menyinari hati banyak orang.
Tapi tahukah kau
Akulah orang pertama yang mendapat sinarmu

          Hatiku berdebar kencang. Tiba- tiba sebuah kembang api ada didepanku. Kuangkat tatapanku dan hatiku membuncah, aku melihat senyumnya
         
Merahnya langit, saksikanlah. Sinarku, sinar kecilku ini menyinari dia, dia yang cahayanya paling terang dihatiku.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar