Sabtu, 08 Desember 2012

Sinar Kecil Anna part 1

ini cerpen yang aku buat pas disuruh ibu b.indo,
ya ampun!
seharusnya ini peer di rumah, tapi aku lupa, jadi macem jetlah ngerjainnya, b.indo les keempat lagi.
Kalau ingat itu jadi senyum sendiri ngingatnya,
  • disaat teman2ku makan dan ketawaketiwi dikantin ketika jam istirahat, aku stres dikelas karena gaktau mau nulis cerpen tentang apa,
  • tanganku pegal karena nulisnya gak pake jedah. nulis dibuku catata, eh ternyata disuruh ngerjain di buku latihan.. -_-
  • belum lagi minta tolong sama ibu untuk beri tambahan waktu
tapi Alhamdulillah, pada akhirnya cerpennya selesai tanpa menimbulkan cedera apapun, hehe

oke deh, cingu, ini dia..



Sinar Kecil Anna


"ANNA!ANNA!!" terdengar sorak-sorai penonton keetika ak muncl di atas panggung. Kulihat ribuan penonton riuh, aku tersenyum lebar dan aku pun mulai bernyanyi. Sorot lampu mengikutiku kemanapun aku pergi. Teriakan penonton bagaikan musik yang mengiringi nyanyianku.
Akhirnya aku pun selesai menyanyikan lagu terakhirku. Aku melambaikan tanganku dengan tersenyum lebar dan menghilang dibalik panggung.
Dengan nafas ngos- ngosan, aku tersenyum bahagia. ‘ konser pertamaku berhasil’ batinku.
“ kamu hebat, Anna” terdengar suara seorang pria menyapa. Kuangkat kepalaku & bertemu tatap dengan Ken, pacarku, dalam gemerlapnya dunia hiburan.
“ makasih Ken” Kataku dan tersenyum cerah.
Ken, aktor yang sedang naik daun. Aku berpacaran dengannya untuk mendongkrak popularitasku, dan itu berhasil dengan sangat hebat. Entah mengapa Ken setuju ketika aku meminta tolong padanya tepat 3 bulan yang lalu.
Ken menghampiriku & mnggenggam tanganku. ‘kami harus berakting didepan semua oran, kan?’. “Ayo makan diluar” Kata Ken.
Aku hanya mnatap mata Ken dengan binar bahagia dan menjawab dengan hampir berseru, “ Ayo!”


~o0o~

Sore itu kami berangkat dengan mobil sport Ken, bukannya mengarah ke kota, Ken malah pergi ke arah pantai.
Begit Ken parkir, langsung saja aku turun dari mobil & berlari ke pantai. “UWWAAH!!” Teriakku kepada langit. 3 bulan ini bagaikan penjara bagiku, dengan schedule ynag super padat.
Ken menyusulku dengan sebuah keranjang piknik besar. Kulihat Ken berdiri berlatarkan merahnya langit di senja hari. Kami berdiri berjauhan, angin berlalu di antara kami.
Aku, dibawah merahnya langit, hanya bisa terpana melihat Ken, pria yang dimpikan semua wanita, berdiri dan tersenyum lebar kepadaku.
“Ayo berpiknik, Anna!” Teriak Ken dari kejauhan. Aku pun sambil tertawa berlari ke arah Ken dengan bertelanjang kaki.
“PIKNIIKK!!” Seruku bahagia layaknya anak kecil. Kami berdua pun menggelar tikar dan mempersiapkan makanan untuk piknik.
Suara burung bersahut- sahutan dan suara deburan ombak yang saling berlomba mengisi keheningan yang nyaman antara Ken dan aku.
“ Bagaimana perasaanmu, Anna?” Tanya Ken tiba- tiba memecahkan keheningan.
“ LUAR BIASAA!” Kataku bahagia. “ Semua orang melihatku dan meneriakkan namaku!”, ingatanku kembali ke detik yang baru saja berlalu itu. “itu luar biasa Ken” Tambahku.
Ken tersenyum nakal &, “ Haruskah kita merayakannya?”, dari balik punggung Ken, dikeluarkannya kembang api yang banyak dan memberikan sebagian kepadaku.

bersambung ke part 2

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar