Sabtu, 10 November 2012

Yahudi dalam politik Indonesia, George Soros



Umumnya krisis moneter di Indonesia tahu 1997  dipahami sebagai pengaruh dari krisis  global. Tak salahlah pendapat tersebut jika dilihat secara umum. Namun, jika  terjun langsung dalam dunia moneter, faktor uang yang beredar, arus keluar masuk valuta, situasi politik dapat mempengaruhi  nilai tukar mata uang. Seperti Jepang misalnya, negara ini mempuyai bargaining yang kuat dalam perdagangan mengingat hasil industri dan tehnologi yang dikuasainya sulit tertandingi.  Besarnya permintaan mata uang terhadap Yen  karena tingginya permintaan produk industri negara ini akan memperkuat nilai mata uangnya. Penurunan nilai USD sebagai mata uang internasional akan mempengaruhi nilai mata uang dunia dan hal ini akan menurunkan pula pendapatan negara Amerika Serikat.
Indonesia beberapa kali melakukan devaluasi rupiah dengan alasan agar produk eksport Indonesia dapat bersaing dipasar internasional. Kebijakan yang maksudnya agar mendapat rupiah lebih banyak, namun sebaliknya pemerintah harus membayar hutang luar negeri dengan rupiah yang lebih banyak lagi yang akan memperkuat nilai USD.  Hutang Luar negeri inilah yang menjadi penyeban ambrolnya rupiah dan kemungkinan hutang luar  negeri sektor swasta  menjadi “bom” untuk meluluh lantakkan nilai rupiah yang berujung krisis ekonomi. Dan itu dapat dilakukan oleh George Soros, maka suatu ketika Suharto begitu berang atas komentar Soros dan menyatakan didepan publik bahwa pondasi ekonomi Indonesia cukup kuat.  Apakah Soros berada dibalik krisis moneter di Indonesia, berikut kemungkinan itu.
Masuknya Imperium Yahudi di Indonesiaa.
George Soros adalah seorang kapitalis radikal, pelaku bisnis keuangan dan ekonomi, penanam modal saham, dan aktivis politik yang berkebangsaan Amerika Serikat keturunan Yahudi Hungaria. Dia pernah dipenjarakan sewaktu saat Perang Dunia. George Soros (Shorosh) dilahirkan pada tanggal 12 Agustus 1930 di Budapest, Hungaria. Perusahaan-perusahaannya di Indonesia antara lain PT Bumi Resources Tbk, PT Fatrapolindo Nusa  Industri, Ricky Putra Group, Bank CIC ( kemudian merger menjadi Bank Century ), Bhakti Investama,  PT Globla Putra Int  dan perkebunan sawit di Aceh. Di Asia, George Soros terkenal akan tindakannya  yang dituding sebagai biang keladi kekacauan ekonomi  di Asia dekade 1990 an lalu yang efeknya masih dirasakan hingga saat ini terutama bagi Indonesia yang membawa dampak pula pada perpolitikan Indonesia. Beberapa negara yang paling terkena dampaknya  selain adalah Korea Selatan,  dan Thailand, yang menyebabkan mata uang ketiga negara tersebut  terdevaluasi. Yang paling parah  adalah Indonesia, dari kurs sebelum krisis sebesar kisaran  Rp. 1300 /USD 1, menjadi kisaran Rp. 9000 saat ini  yang artinya hutang luar negeri Indonesia harus dikembalikan dalam jumlah lebih dari 6 kali lipatnya, sementara industri yang mengandalkan bahan baku import gulung tikar karena kekacauan harga.   Hong Kong, Malaysia, dan Filipina juga terpengaruh tapi tidak sebesar tiga negara sebelumnya. RRC, Taiwan, dan Singapura hampir tidak terpengaruh. Jepang tidak terpengaruh banyak tapi mengalami kesulitan ekonomi jangka panjang. Umumnya di negara-negara seperti Thailand dan Indonesia, Soros dianggap sebagai kriminal ekonomi yang membuat ketidakstabilan ekonomi Asia, karena dengan jumlah simpanan uangnya yang besar mengguncang nilai mata uang Asia. Yang menjadi pertanyaan kita, mungkinkah kekuatan uang seseorang mampu mempengaruh mata uang lainnya , seperti mata uang rupiah ?.
Di Inggris, George Soros terkenal akan tindakannya yang mengguncang Bank Inggris, yang disebut pers sebagai peristiwa “hari rabu hitam” pada tahun 1992. Soros mempunyai cadangan uang yang sangat banyak dan membeli kemudian menjual Poundsterling yang mempunyai nilai sekitar 10 milliar Poundsterling. Banyak spekulan yang kebingungan darimana Soros bisa memiliki uang dalam jumlah besar. Ketua FED (Federal Reserve Department) yang pertama, Paul Volcker, pada tahun 2003 menulis sebuah kata pengantar dalam buku karangan Soros yang berjudul The Alchemy (yang diartikan sebagai filosofi dan disiplin spiritual ) of Finance menyatakan :
”George Soros telah berhasil membuat dirinya sebagai spekulan sukses terbesar didunia, dimana dia juga berhasil mendapatkan banyak uang dari investasinya tersebut. Bagian terbesar dari kesuksesannya itu membuat masyarakat dunia menjadi sadar untuk “membuka mata” terhadap dunia perdagangan dan juga yang lebih penting yaitu bersedia menerima ide-ide baru dari segala pemikiran dan kebiasaan dalam berinvestasi yang terus berkembang dengan pesat.”
Pria berkebangsaan Yahudi Kelahiran Hungaria ini banyak mengalami pahit getirnya kekejaman Nazi, pendudukan Sovyet dan terlunta-luntanya hidup di London, yang membentuk kepribadiannya seperti sekarang ini. Tahun 1947 meninggalkan Hungaria menuju London. Disini dia mengenyam pendidikan di London School of Economics. Pada saat itulah dia berkenalan secara langsung dengan filsuf Karl Popper, yang menulis buku berjudul ”The Open Society and Its Enemies.” Pada usia mendekati 50 tahun kekayaan George Soros mendekati US $ 100 juta, sepertiganya merupakan kekayaan pribadi. Suatu jumlah yang lebih dari cukup untuk kehidupan keluarga Soros. Dari sini mulai berpikir, apa yang akan dilakukan. Akhirnya diputuskan membentuk Open Society Institute dengan tujuan memajukan masyarakat tertutup; menjadikan masyarakat terbuka lebih mampu bertahan hidup; mempromosikan mode berpikir kritis.Dengan yayasannya itu  Soros membantu negara-negara (bekas) satelit Uni Sovyet di Eropa Timur berdiri serta negara-negara lain di Asia dan Amerika Latin Beberapa berhasil tetapi ada juga yang gagal. Terakhir adalah ketika dia berkampanye untuk menentang pemilihan kembali Presiden George W. Bush tahun 2004. Seperti diakuinya, peranannya yang bagaikan seorang negarawan tanpa negara ini karena pada dirinya terdapat tiga hal. Pertama mempunyai kemampuan dalam hal mengembangkan kerangka konseptual, kedua peletak keyakinan-keyakinan etis dan politis yang teguh dan ketiga karena mempunyai banyak uang.
Selain sebagai pendiri lembaga Soros Fund Management dan Open Society Institute dan juga menjabat sebagai Direktur Utama dari lembaga Council on Foreign Relations, dia juga banyak memberi bantuan pada Partai Solidaritas Buruh di Polandia, Lembaga Kemanusiaan Charter 77 di Cekoslovakia (sekarang Rep. Ceko), dan kontribusi aktif pada suatu partai politik di Uni Soviet yang sangat berpengaruh. Dana dan organisasi dari lembaga Georgia’s Rose Revolution(lembaga ini disebut-sebut sebagai lembaga terbesar dari lembaga yang pernah didirikan) yang didirikannya juga berjalan dengan baik. Di Amerika Serikat ia juga dikenal sebagai penyumbang dana terbesar sejak era Presiden George W. Bush gagal dan terpilih kembali menjadi Presiden AS.
Berawal dari kedekatannya dengan Pangeran William IX  dari Hesse-Hanau, salah seorang anggota kerajaan yang terkaya di Eropa, Mayer Amshel Rothschild mampu membangun kerajaan bisnis yang memegang peran di Amerika Serikat. Dinasti Rothchild yang dikenal sebagai dinasti yahudi tameng merah ini dalam kiprah bisnisnya sebagaimana yang dilakukan oleh para pendahulunya tak lepas dari keterlibatannya dalam dunia politik dan kekuasaan. Selain Soros yang lebih dahulu menancapkan kuku bisnisnya di Indonesia, bisnis yahudi di Indonesia juga diikuti oleh dinasti tameng merah ini. Melihat sejarah sepak terjang bisnis yahudi yang mampu mempengaruhi politik dimanapun mereka berada, bukan tidak mungkin perpolitikan Indonesia mampu dikendalikan oleh kelompok bisnis yahudi ini. Kuatnya lobby yahudi didalam perpolitikan Amerika Serikat memang faktanya Amerika Serikat menjadi negara pelindung Israel  dimana hingga saat ini, setiap negara yang berkonflik dengan Israel  maka akan berhadapan dengan Amerika Serikat.
Bagaimana kelompok yahudi ini memasuki perpolitikan Indonesia ?. Kita lihat sejarah politik luar negeri Indonesia pada era Sukarno yang lebih condong kepada blok Timur pimpinan Uni Soviet yang sedang dalam situasi perang dingin dengan Blok Barat dibawah Amerika Serikat.  Kedekatan Indonesia pada era Sukarno dengan blok Timur ini menjadikan kekuatan militer Indonesia menjadi kekuatan yang besar. Namun politik Sukarno yang dikenal dengan Nasakom menjadikan Partai Komunis Indonesia memiliki tempat didalam kebijakan Sukarno yang merisaukan kelompok militer. Memuncaknya intrik politik antara militer dan PKI ditandai dengan peristiwa pembunuhan para Jenderal Angkatan Darat pada tanggal 30 September 1965 yang sekaligus menjadi tonggak sejarah perubahan politik Indonesia dan sekaligus menjadi awal pergantian kekuasaan dari Sukarno kepada Suharto. Suharto langsung mendapat dukungan politik dari negara2 barat yang memberikan bantuan peralatan militer taktis untuk melakukan pembersihan PKI. Infrastruktur militer dan keterbatasan personel maupun logistik untuk menangani tahanan PKI  diduga sebagai landasan tindakan pembantaian terhadap lebih dari 500.000 jiwa yang dituding sebagai anggota PKI.
Suharto yang dikenal sebagai panglima Mandala dalam pembebasan Irian Barat   tanpa pertempuran berarti berkat dukungan Amerika Serikat di PBB, setelah naik ketampuk kekuasaan langsung merubah kiblat politik luar negerinya menjadi sahabat negara adidaya pimpinan Blok Barat ini.  Salah satu yang paling  fenomenal  menandakan kedekatan dengan Amerika Serikat  adalah pemberian konsesi pertambangan emas dan tembaga kepada Freeport McMoran.  Perusahaan tambang Amerika ini  mendikte dan ikutcampur dalam kebijakan pertambangan di Indonesia. Salah satu buktinya adalah Kontrak Karya PT Freeport Indonesia ditetapkan sebelum diberlakukannya UU Nomor 11/1967 tentang Pertambangan umum. PT Freeport yang berlokasi di Grasberg dan Easberg, Pegunungan Jaya Wijaya ini, menguasai 81,28% saham, sedangkan PT Indocopper Investama sebesar 9,36%, dan pemerintah Indonesia yang notabene adalah pemilik alam hanya mempunyai saham sebesar 9,36%. Tidak tangung-tanggung, luas konsesi yang diberikan kepada Freeport pun luar biasa, 1,9 juta hektar lahan di Grasberg dan 100 km2 di Easberg.
Disisi lain, peralatan militer Indonesia juga beralih menggunakan peralatan buatan Amerika Serikat, walaupun tidak secara resmi, pelatihan pilot pesawat tempur Indonesia  dilakukan di Israel menandakan adanya hubungan dengann Israel. Suharto yang dalam politiknya  sangat  anti PKI, dimanfaatkan pula sebagai garda depan membendung  pengaruh komunis di Asia Tenggara oleh Amerika Serikat.
Apa yang didapat Suharto dari perannya ?. Pinjaman untuk membangun infrastruktur ekonomi dimana disatu sisi ada gerak pembangunan namun disisi lain pendekatan secara represive diterapkan untuk menjaga kestabilan politik. Amerika Serikat yang politik luar negerinya sangat dipengaruhi oleh lobby yahudi adalah pemegang  saham mayoritas WorldBank yang merupakan penyalur pinjaman multilateral maupun bilateral baik dalam forum IGGI maupun forum yang lainnya.   Walaupun pemerintahan dijalankan secara represive, namun adanya supporting dana2 pinjaman luar negeri itu, Suharto mampu mempertahankan kekuasaan selama 32 tahun tanpa rongrongan yag berarti.
Berakhirnya perang dingin blok timur dan barat  dengan ditandai bubarnya Uni Soviet membawa perubahan pula dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Indonesia yang pada awalnya dimanfaatkan sebagai garda depan wilayah asia tenggara untuk membendung pengaruh komunis, peran Indonesia pasca bubarnya Uni Soviet menjadi tidak penting. Berbagai kritik diterima Suharto dalam penggunaan pinjaman luar negeri yang akhirnya Suharto memutuskan keluar dari IGGI yang merupakan kumpulan negara2 pemberi pinjaman kepada Indonesia. Demikian pula dengan penggunaan peralatan militer yang puncaknya pemerintah amerika serikat memberlakukan embargo suku cadang. Namun disisi lain, terutama negara 2 eropa barat makin memberikan peluang pinjaman untuk  pengadaan barang modal sektor swasta dengan garansi perbankan nasional.  Dengan kebijakan pemerintah memberikan penundaan pembayaran pajak import barang modal melalui BKPM ( Badan Koordinasi Penanaman Modal ), permainan mark up harga barang dapat berjalan mulus, masuk ke Indonesia tanpa harus membayar pajak.  Mudahnya negara barat memberikan fasilitas pinjaman kepada sektor swasta  yang diwarnai tindak korupsi seperti kasus  Golden Key yang muncul kepermukaan dan Edi Tanzil sang aktor raib tak tentu rimbanya hingga kini.


Melengserkan Suharto.
Yang menjadi pertanyaan, mengapa begitu mudahnya pengusaha swasta Indonesia mendapat pinjaman dari luar negeri ?.   Tak lain karena pinjaman2 tersebut digaransi oleh pemerintah melalui perbankan nasional. Bank Bapindo adalah salah satu bank pemerintah yang memberikan garansi kepada pengusaha nasional yang mendapatkan pinjaman luar negeri. Penyebab utama dari bangkrutnya bank pelat merah ini karena penjaminan pinjaman luar negeri itu yang dalam bentuk valas. Ketika rupiah terdevaluasi, seluruh bank devisa mengalami kerugian selisih kurs yang luar biasa yang berlanjut dengan krisis ekonomi. Tindakan pemerintah pada waktu itu  adalah membailout semua perbankan devisa melalui BPPN yang pada dasarnya adalah mengambil alih kewajiban perbankan nasional terkait dengan pinjaman luar negeri.
Pada akhir tahun 80 an adalah masa emas  “pengusaha” nasional  mendapat tawaran pinjaman luar negeri dalam jumlah besar. Dalam prakteknya, pinjaman itu dilakukan lewat perbankan nasional yang dananya berasal dari pinjaman luar negeri dimana untuk jasa penjaminan tersebut perbankan nasional mengenakan tambahan bunga sekitar 4 % p.a. Jika diteliti lebih mendalam, begitu mudahnya syarat pinjaman, cukup dengan hipotik barang modal yang dibeli dengan pinjaman tersebut, pinjaman dapat dicairkan.  Permainan mark up harga barang yang artinya ada selisih  berupa uang tunai yang diterima yang umumnya tidak masuk ke Indonesia karena dimanfaatkan kepentingan lain, maka barang modal yang masuk ke Indonesia sebagai jaminan bank dapat dikatakan sebagai “sampah” yang tidak memiliki nilai sebanding dengan jumlah pinjaman.  Umumnya kredit semacam itu mengalami kemacetan karena tidak didasarkan pada kelayakan bisnis dan yang menanggung resikonya adalah  perbankan nasional yang  bertindak sebagai garantor.
Ketika Bank Indonesia sebagai bank sentral tidak mampu melakukan intervensi untuk menahan tekanan terhadap rupiah akibat permintaan valas yang meningkat guna menutup pinjaman luar negeri, terutama yang jatuh tempo, hal ini menjadi malapetaka bagi perbankan nasional. Jika Soros mampu mengguncang perbankan Inggris pada tahun 1992 dengan memborong dan kemudian menjualnya lagi pounsterling dengan keuntungan besar, maka pinjaman2 luar negeri yang begitu mudahnya didapat oleh penguasaha Indonesia patut dicurigai sebagai bagian dari skenario politik terhadap Indonesia. Sebab, pada saat jatuh tempo, perbankan nasional “dipaksa” membeli valas dalam jumlah besar untuk menutup pinjaman luar negeri  swasta yang digaransinya, tentunya dengan harga yang lebih mahal. Berawal dari kekacauan perbankan inilah yang kemudian merembet kesektor ekonomi lainya serta menimbulkan masalah sosial yang  pada akhirnya menimbulkan masalah pula dalam politik.
Tentunya kita bertanya, apa yang sesungguhnya terjadi di Indonesia pada dekade tahun 1990 an ?. Jika kita melihat dari sudut pandang politik luar negeri Amerika Serikat, posisi Indonesia sudah tidak diperlukan sebagai pembendung pengaruh komunis seiring dengan berakhirnya perang dingin. Sebagai negara berpenduduk penganut  Islam terbesar, tentunya Islam dianggap sebagai kelompok agama yang harus diwaspadai terkait dengan konflik timur tengah yang melibatkan Israel. Bagi negara barat, terutama bagi Amerika Serikat  tidak berharap Indonesia menjadi negara kuat baik dari segi ekonomi maupun militer.  Dari segi militer, dengan berbagai alasan Amerika Serikat memberlakukan embargo  pengadaan peralatan militer dan suku cadangnya terhadap Indonesia.  Tak pelak lagi, embargo yang dikenakan tersebut membuat peralatan militer Indonesia tak berfungsi kecuali dengan melakukan kanibal suku cadang  yang menyebabkan penurunan kemampuan militer Indonesia.  Dari segi ekonomi, penghancuran ekonomi Indonesia  sangat mungkin sebagai bagian dari skenario pergantian kekuasaan di Indonesia.  Jika kita lihat dari waktunya, antara  penerapan embargo yang diberlakukan dan pinjaman perbankan luar negeri  ( kemungkinan dana Soros yang disalurkan ) kepada pengusaha nasional terlihat ada korelasinya yaitu :
  1. Embargo peralatan militer kepada Indonesia adalah sinyal pudarnya dukungan kepada Suharto karena komunis tidak berbahaya  bagi amerika serikat paska bubarnya Uni Soviet.
  2. Gejolak Timor Timur  dibuat makin memanas  untuk menciptakan sangsi lainnya atas pelanggaran HAM sebagai alasan penundaan pinjaman  dan embargo.
  3. Bersamaan dengan tekanan politik, pinjaman2 luar negeri sektor swasta  jatuh tempo yang dibarengi juga gerakan Soros mengacau mata uang asia yang diikuti para spekulan mata uang.
  4. Rupiah terus tertekan yang menyebabkan rush  berbarengan dengan kewajiban bank harus membayar kredit luar negeri yang digaransinya. Ambruknya perbankan nasional inilah yang menjadi penyebab kekacauan ekonomi yang diikuti oleh datangnya IMF sementara politik terus memanas yang berujung kerusuhan.
Masuknya Yahudi Dalam Lingkaran Kekuasan.
Krisis ekonomi yang diawali kehancuran perbankan nasional akibat terdepresiasinya nilai rupiah yang merembet kedalam sektor ekonomi lainnya  pada akhirnyamenimbulkan krisis sosial dan politik.  Setelah berusaha meyakinkan rakyat  dengan  pernyataan  bahwa pondasi ekonomi Indonesia cukup kuat mengatasi krisis ekonomi tidak membawa pengaruh, akhirnya Pak  Harto menyerah dan menanda tangani letter of Intent ( LOI ) dengan IMF. Seperti kita ketahui bahwa IMF merupakan lembaga keuangan yang saham terbesarnya dikuasai oleh Amerika Serikat.   ” Penyehatan Ekonomi ” begitulah istilah yang dipakai untuk keterlibatan IMF dimana kebijakan ekonomi Indonesia harus  mengacu pada ketentuan yang disepakati. Artinya,  kesepakatan tersebut menjadikan Indonesia dibawah kendali IMF karena ketergantungan keuangan. Dilain sisi, krisis sosial politik mulai meningkat,  gerakan massa menentang kekuasaan yang diikuti dengan kerusuhan menjadikan posisi Pak Harto berada pada tekanan. Terlebih setelah Pak Harto merencanakan perubahan kabinet yang tidak direspon.  Tak ada pilihan lain, Pak Harto mengundurkan diri.
Peran IMF sendiri banyak dipertanyakan dan ditentang karena dinilai  mengarahkan ekonomi  Indonesia mengikuti faham neoliberalisme. Neoliberalisme adalah bentuk baru dari paham ekonomi pasar liberal, yang merupakan salah satu bentuk varian dari Kapitalisme, di mana Kapitalisme merupakan suatu ideology atau paham yang percaya bahwa modal merupakan sumber utama untuk dapat menjalankan sistem perekonomian di suatu negara. Disatu sisi , penghapusan monopoli dan tata niaga memang merupakan hal yang menguntungkan rakyat, namun disisi lain perlindungan terhadap modal kuat menjadikan poisisi rakyat hanya sebagai sapi perah. Dalam prakteknya, priatisasi BUMN seperti privatisasi perusahaan telekomunikasi ketangan asing menimbulkan tanda tanya sebab itu artinya pihak asing telah menembus  wilayah privat sebuah bangsa. Tak ada lagi proteksi, siapapun boleh masuk ke Indonesia dan siapapun boleh berkolaborasi dengan pengusaha Indonesia termasuk perusahaan dari Israel.
Seprti kita ketahui,  dinas rahasia Israel Mossad sangat tidak diragukan reputasinya dalam menggarap sebuah pemerintahan. Sebut saja Elie Cohen yang diberikan gelar pahlawan oleh Israel sementara bagi Syria, dia adalah seorang penghianat dan mati ditiang gantungan. Elie Cohen adalah seorang yahudi yang disusupkan kedalam lingkaran kekuasaan Syria dan nyaris menjadi presiden Syria  jika rahasianya tidak terbongkar berkat informasi  intelejen Uni Soviet  seteru Amerika Serikat.  Seperti halnya Gorge Soros dapat saja berperan ganda, disamping sebagai penguasaha juga dapat saja berperan demi kepentingan bangsa yahudi. Jika dikaitkan dengan reputasinya yang mampu menggoncang poundsterling  pada tahun 1992, sangat mungkin dia mampu menggoncang rupiah juga karena gerak soros diikuti pula oleh para spekulan. Sumber dana yang dipakai oleh Gorge Soros untuk mengguncang poudsterling hingga saat ini masih menjadi tanda tanya yang artinya Soros kemungkinan besar memiliki dana politik  yang tidak terbatas untuk kepentingan bangsanya.
Jika kita melihat  dari sisi misi International Monetary Fund  ( IMF ) adalah lembaga sentral dari sistem moneter internasional, yaitu system pembayaran dan nilai tukar internasional diantara mata-mata uang internasional yang dimungkinkan dilaksanakannya kegiatan bisnis diantara Negara-negara di dunia. Pada masa krisis moneter melanda Indonesia 1997, Indonesia tidak bisa keluar dari gejolak moneter yang mengharuskan Indonesia untuk meminta bantuan kepada IMF, dan IMF menyodorkan Paket kebijakan kepada Indonesia berupa paket standard yang juga diberlakukan di berbagai negara lainnya yang mendapatkan  penanganan serupa.  Namun jika kita melihat paket kebijakan tersebut yang salah satunya adalah menghentikan dukungan pemerintah untuk program strategis seperti halnya program pengembangan Industri pesawat terbang ( IPTN ), secara ekonomi memang masuk diakal untuk penghematan keuangan negara. Namun, secara nasional untuk kepentingan yang lebih besar lagi seperti untuk  kepentingan pertahanan nasional memang merugikan Indonesia.  Sebab, pada waktu yang bersamaan Indonesia mendapat embargo peralatan dan suku cadang militer. Dilain segi, secara umum paket kebijakan yang harus diikuti oleh Indonesia yang lebih mengarahkan ekonomi secara liberal menjadikan rakyat harus bersaing dengan kemampuannya sendiri. Artinya, rakyat miskin harus mampu mencari solusi bagi dirinya sendiri oleh karena adanya pengurangan2 subsidy. Pengaruh dari paket kebijakan IMF tersebut, cepat atau lambat,  pada akhirnya kekuatan modal akan menguasai ekonomi dan politik Indonesia.
Keberhasilan Infiltrasi Yahudi.
Walaupun secara resmi Indonesia telah mengakhiri kerjasama degan IMF pada Nopember 2003, namun Indonesia tetap melanjutkan kerja sama dalam bentuk post programme monitoring. Tentang kerjasama dengan IMF ini, sesungguhnya ada hal dirasakan cukup janggal,  yaitu  begitu cepatnya  IMF menyusun point2  LOI yang dikatakan sebagai sebuah langkah penyehatan ekonomi. Kemungkinan besar, krisis moneter di Indonesia adalah hasil sebuah penggarapan yang systematis dimana LOI tersebut   sudah dipersiapkan jauh hari  untuk  kepentingan politik dibaliknya.  Kemungkinan ini diperkuat oleh laporan Independen Evaluation Office (IOE), lembaga  independen yang memonitor aktivitas IMF yang menyatakan bahwa  IMF tidak memberikan nasihat terbaiknya saat membantu Indonesia keluar dari krisis ekonomi terburuknya pada tahun 1997, selain itu  disebutkan, selain kesalahan teknis, IMF juga telah gagal untuk mengerti iklim permasalahan dan membuat kesalahan pada langkah pembuatan kebijakannya IMF telah memberikan paket bantuannya sebesar US$ 43 miliar agar Indonesia bisa keluar dari krisis ekonomi yang terparah pada tahun 1997.
Dalam laporan IEO itu juga dikatakan, isi dari program pinjaman IMF didasarkan pada pandangan bahwa situasi Indonesia pada saat itu tidak serius dan dapat dengan mudah dipulihkan. Diprediksikan GDP Indonesia pada tahun 1997 akan tumbuh 5 persen dengan lebih tinggi lagi pada tahun 1998 meskipun GDP turun 13 persen dan krisis keuangan tak terhindarkan. Laporan itu juga menyebutkan, awal dari kesalahan teknis terjadi sebelum IMF datang ke Indonesia saat pemerintah secara tajam mengurangi jumlah uang beredar dan cadangan devisa yang membuat sistem keuangan kekurangan likuiditas. IMF bagaimanapun dinilai gagal untuk menghilangkan kesalahan yang telah dibuat ini saat datang untuk menolong Indonesia.  Pada  saat krisis, staf IMF membuat kunjungan yang pendek dengan jadwal yang sangat ketat dan harus bertanggng jawab pada laporan yang detail dan terkadang memperoleh intervensi dari seluruh jajaran Dewan IMF di Washington. IMF dinilai IEO telah belajar dari pengalamannya di Indonesia namun pelajaran itu datangnya terlambat untuk menghindari kemerosotan yang cepat pada perekonomian Indonesia.
Jika dilihat dari kebijakan orde baru yang memacu pembangunan dengan dana pinjaman luar negeri, laporan IEO tersebut adalah jawaban adanya alasan sebuah skenario kesengajaan menciptakan krisis moneter Indonesia.  Turunnya IMF ada kemungkinan dilandasi hanya untuk menjaga agar Indonesia tetap dapat membayar kembali pinjaman luar negerinya “walaupun” dalam jumlah yang berlipat ganda oleh karena terdepresiasinya nilai rupiah.  Seperti kita ketahui, beberapa kali pemerintah melakukan kebijakan devaluasi mata uang rupiah dengan alasan klasik agar produk eksport Indonesia dapat bersaing di pasar internasional. Padahal, jika kita mengkaji kebijakan pada waktu itu, percepatan pengembangan industri dengan slogan “tenaga kerja murah” serta  kebijakan tax holiday  untuk menarik  minat investor tidak dibarengi iklim usaha yang sehat. 
Dunia  usaha indutri yang dibarengi power kekuasaan menciptakan situasi usaha yang sangat rapuh.  Industri yang terbangun oleh karena ketersediaan baku yang memang ada disekitarnya faktanya memang dapat bertahan  pada masa krisis moneter lalu seperti sektor agro industri dan pengolahan hasil tambang, sementara industri yang berbahan baku import langsung gulung tikar. Industri yang dibangun secara instan yang menggunakan pinjaman luar negeri inilah sebagai triger yang merontokkan perbankan nasional yang bertindak sebagai garantor.
Dari sisi pinjaman pemerintah, masuknya pinjaman luar negeri akan memperkuat nilai tukar rupiah sebab penggunaan pinjaman tersebut harus  dilakukan konversi sebelum dibayarkan. Penguatan rupiah karena gelontoran pinjaman menimbulkan problem lain yaitu menekan pasar export. Inilah problem moneter yang terjadi sehingga beberapa kali pemerintah mendevaluasi rupiah dengan alasan agar produk export Indonesia dapat bersaing dipasar Internasional. Namun, ketika pinjaman luar negeri itu jatuh tempo, maka akan terjadi pengurasan valas. Sayangnya, Badan Penyehatan Perbankan Nasional ( BPPN ) tak mampu melakukan verifikasi kredit macet perbankan nasional yang menjadi garantor pinjaman luar negeri swasta karena data dan agunan yang tidak jelas. Dan juga tidak ada political will untuk  mengungkap kejahatan perbankan ini, baik pemberi pinjaman ( luar negeri ) maupun peminjam ( swasta nasional ).  Sebuah kebijakan  terpaksa diambil pemerintah dalam rangka “peyehatan ekonomi”  yang dikehendaki IMF, semua tanggung jawab kredit macet yang berasal dari pinjaman luar negeri ditanggung APBN yang artinya sebuah konspirasi penghancuran ekonomi Indonesia ditutup dengan rapi. Yang menjadi pertanyaan kita, siapakah penyandang dana pinjaman luar negeri sektor swasta ini ?. Jika  perbankan luar negeri itu bertindak sebagai penyalur dana milik Soros, hal ini adalah sebuah keberhasilan kolaborasi antara Amerika Serikat dan peguasaha Yahudi, menguasai ekonomi Indonesia melalui perputaran uang.
Program pinjaman IMF didasarkan pada pandangan bahwa situasi Indonesia pada saat itu tidak serius dan dapat dengan mudah dipulihkan merupakan pandangan yang bertolak belakang dimana  hampir semua industri yang mengandung bahan baku import berhenti total.  Sementara itu, degan tujuan untuk mencegah spekulan, pemerintah memberlakukan tigh money polecy  yang pada dasarnya   makin memperparah keadaan hingga rupiah terjun bebas mencapai level  Rp. 15.000/ USD. Disadari atau tidak, kebijakan pengetatan uang yang beredar  pada akhirnya  membuat system moneter Indonesia menjadi kekurangan likwiditas dan kesempatan itu dimanfaatkan oleh pemodal asing masuk melakukan akuisisi perusahaan2 nasional.  Masuknya permodalan asing melalui akuisisi atau program divestasi perbankan oleh pemerintah pada dasarnya pertahanan ekonomi Indonesia sudah beralih ketangan asinng.  Ketika pemodal asing sudah memasuki usaha telekomunikasi, maka wilayah privasi itu  telah tertembus dan sebuah keadaan bahwa saat ini Indonesia telah terseret dalam  system neoliberalisme. Tak dapat dielakkan lagi, ketika ekonomi dapat dikendalikan oleh kekuatan asing, secara otomatis akan menyeret dunia politik Indonesia.
Gorge Soros, seorang penguasaha, politikus Yahudi Amerika Serikat ini  menjadi perhatian dunia oleh aksinya  memborong dan menjual kembali poundsterling yang sempat membuat kalangkabut bank sentral Inggris. Bukan hanya di Inggris, dia melakukan aksi yang sama dan oleh aksinya dia mendapat sangsi seperti di pengadilan Perancis.  Tak ada yang dapat membuka asal usul uang soros, namun yang  menonjol adalah namanya  telah menjadi pemuka spekulan mata uang. Setiap terjadi  aksinya akan diikuti oleh para spekulan sehingga mampu menarik para spekulan  mengikuti aksinya yang tentunya uang terkumpul  menjadi tidak terhingga. Dalam aksinya, Soros dapat bertindak sebagai spekulan murni yang mencari keuntungan dari selisih kurs konversi.  Namun jika melihat garis politik Amerika Serikat  pasca  bubarnya Uni Soviet, Indonesia bukanlah sebagai pembendung komunis sebagaimana masa perang dingin.  Artinya, kemungkinan politik luar negeri Amerika Serikat dengan aksi Soros bermain pasar uang di asia  ada relevansinya terutama terhadap Indonesia sebagai negara Islam terbesar didunia.
Sebut saja Landes Bank, bank yang bermarkas di Frankfurt ini merupakan salah  satu bank yang memberikan fasilitas pinjaman untuk pengadaan barang modal  kepada pengusaha Indonesia dengan garansi Bank Bapindo milik pemerintah. Sebagai bank garantor, Bapindo mengenakan tambahan bunga sekitar 4 % dari bunga yang dikenakan oleh Landes Bank. Dari pengenaan bunga ini saja menggambarkan bahwa pinjaman itu itu adalah pinjaman yang luar biasa komersialnya,  wajarnya  sekitar 3 %.  Sehingga total bunga yang harus dibayarkan oleh debitur nasional mencapai 7 %.  Parahnya, jaminan yang diberikan adalah barang modal yang dibeli dari pinjaman itu melalui hypotik.  Bagi penguasaha Indonesia, pinjaman ini tanpa resiko, sebab harga barang modal tersebut telah di mark up dan selisihnya diterima berupa uang yang tentu saja disimpan di luar negeri. Pinjaman yang penggunaannya cara demikian dipastikan macet dan ketika terjadi krisis moneter, pinjaman2 seperti ini diambil alih oleh pemerintah sebagai implementasi kesepakatan dengan IMF.  Sesungguhnya, dari sini sudah terbaca, pinjaman “edan” ini  adalah untuk menguras devisa Indonesia pada saat jatuh tempo dan sekaligus mengambrukkan perbankan nasional.  Ditambah lagi, uang “liar” yang berasal dari pinjaman seperti itu tidak dapat masuk ke Indonesia  mengingat Indonesia harus meratifikasi undang2 money loundering, yang sekaligus arus  devisa negeri ini terkontrol oleh the Fed.
Jika dana yang disediakan oleh Landes Bank tersebut adalah milik Soros, maka dapat diyakini bahwa terdevaluasinya mata uang rupiah adalah sebuah penggarapan yang  sangat rapi dengan memanfaatkan para pengusaha nasional yang  bermental korup seperti Edi Tanzil untuk menghancurkan perbankan nasional. Kekacauan tatanan ekonomi dan system moneter Indonesia menjadi moment penguasaan ekonomi Indonesia melalui penguasaan perbankan dan sektor usaha vital lainnya seperti sektor telekomunikasi dengan  melakukan kolaborasi dengan pengusaha nasional.  Dilain sisi, tekanan politik terhadap Indonesia dengan dalih HAM dan demokrasi , Indonesia harus melaksanakan demokrasi yang dibarengi efori a reformasi telah menciptakan biaya politik yang mahal seperti saat ini. Prilaku pejabat Indonesia yang masih menganggap penguasaha sebagai sumber finansial menjadikan para penguasaha akhirnya merapat pada barisan politik Indonesia.
Gorge Soros sebagai politikus adalah bagian dari lobby yahudi yang dapat mempengaruhi kebijakan luar negeri Amerika Serikat ini suatu saat muncul di Istana Tampak Siring menemui SBY.   Soros  dapat bertemu dengan seorang pimpinan sebuah negara  menunjukkan bahwa bisnisnya dinegara ini mempunyai peran penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Sebuah kenyataan bahwa Soros telah menancapkan kuku bisnisnya di Indonesia  mengingat situasi ekonomi Amerika Serikat dan Eropa makin memburuk.  Bebagai kalangan memprediksi Amerika Serikat akan menjadi  bagian masa lalu sejarah kebesaran.   Amerika Serikat yang ingin menjadi negara polisi dunia harus membiayai pasukannya diseluruh dunia yang pada akhirnya menggerus  perekonomiannya.  Prediksi kebangkrutan ekonomi Amerika Serikat ini tentu saja merisaukan bangsa yahudi dan menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga bahwa dunia tidak dapat ditaklukan dengan kekuatan militer.  Kondisi yang memburuk di negara-negara Barat ini, yang menyebabkan George Soros, yang merupakan tokoh yang sangat berpengaruh di dunia bisnis finansiil, mulai melakukan relokasi usahanya di negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Tentu, bukan hanya bisnis semata, tetapi Soros yang Yahudi itu, ingin membangun ‘networking’ dengan berbagai partners strategisnya di Asia, sekaligus menanamkan pengaruhnya dan jaringan dari kalangan pengusaha Yahudi, yang tujuan akhirnya menguasai negara-negara Asia, sesudah Eropa dan AS bangkrut.

Korupsi.
Bangsa Indonesia saat ini sesungguhnya sedang menghadapi masalah korupsi yang kronis dan harus diakui bahwa  pemberantasan korupsi  selalu mengalami ganjalan dari waktu kewaktu sejak republik ini berdiri.  Dipandang dari dari sudut sosiologi kemayarakat, bahwa sebuah perbuatan walaupun perbuatan itu sangat merugikan, jika secara sosial dalam kemasyarakatan dapat diterima sebagai  perbuatan yang biasa, maka perbuatan itu tak memiliki sangsi sosial. Sejarah panjang bangsa Indonesia yang diperintah oleh bangsa kolonial, memeras rakyat, membiarkan rakyat miskin, korupsi, merampok kekayaan alam adalah perbuatan yang dilakukan bangsa kolonial.  Dalam pemerintahan kolonial yang berlangsung lama maka terciptalah birokrat kolonnial  bangsa pribumi yang mempunyai mental seperti  “Tuannya”.  
Ketika bangsa Indonesia berhasil mencapai cita2 kemerdekaan, tak pilihan lain harus melaksanakan pemerintahan dengan memanfaatkan para birokrat warisan  pemerintahan kolonial.  Menggertak rakyat, membiarkan rakyat miskin, korupsi, merampok kekayaan alam yang  sudah menjadi hal yang biasa didalam pemerintahan kolonial, ternyata mental itu ta dapat hilang ketika bangsa ini telah merdeka dan masih menjadi ciri hingga saat ini. Apapun dalihnya, tidak ada bangsa kolonial yang igin memajukan bangsa yang dijajahnya. Begitu juga dengan bangsa Yahudi, memasuki bisnis di Indonesia pada dasarnya untuk mendapatkan untung  yang sebesar2nya. Ketika keuntungan itu  hanya dinikmati kaki tangannya di Indonesia dan bangsa Yahudi, maka tak tepat harus  menyalahkan bangsa Yahudi. Sebab, masuknya  bangsa Yahudi ke negeri ini karena memang diberi kesempatan. Maksudnya, kita sebagai bangsa Indonesia selama belum mampu bersaing dengan bangsa lain, selama itu bangsa ini akan menjadi taklukan. Sebagaimana nasib TKW bangsa di Indonesia di Arab Saudi, bangsa kita menunjukkan kemarahan ketika bangsa Arab Saudi memperlakukan TKW tidak semestinya.
Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dengan membuat distorsi dan ketidak efisienan yang tinggi, walaupun ada yang menyatakan bahwa korupsi mengurangi ongkos (niaga) dengan mempermudah birokrasi, konsensus yang baru muncul berkesimpulan bahwa ketersediaan sogokan menyebabkan pejabat untuk membuat aturan-aturan baru dan hambatan baru.  Dalam dunia usaha saat ini, sogokan dapat berarti mengamankan usaha sekaligus  kepastian income.  Buka menjadi rahasia lagi, semua  yang berhubungan dengan birokrasi  akan menemui biaya yang tidak jelas, mulai dari perizinan sampai perhitungan pajak.  Terlebih dalam era otonomi daerah, setiap saat terjadi perubahan tariff pungutan yang menyebabkan  usaha tida dapat direnanakan secara baik dan sehat.  Sesungguhnya  korupsi menyebabkan inflasi ongkos usaha, korupsi juga mengacaukan  lapangan usaha.  Persoalan yang sangat krusial bagi bangsa ini justru menjadi lahan baru pejualan tenaga kerja Indonesia keluar negeri yang mendatangkan devisa nomor dua dibawah migas.
Korupsi juga menimbulkan distorsi (kekacauan) di dalam sektor publik dengan mengalihkan investasi publik ke proyek-proyek  yang memang diciptakan untuk dikorupsi.Hanya  “seorang” Nazaruddin saja mampu menguasai proyek senilai Rp 6,037 triliun. Pejabat mungkin menambah kompleksitas proyek masyarakat untuk menyembunyikan praktek korupsi, yang akhirnya menghasilkan lebih banyak kekacauan. Korupsi juga mengurangi pemenuhan syarat-syarat keamanan bangunan, lingkungan hidup, atau aturan-aturan lain. Korupsi juga mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan dan infrastruktur; dan menambahkan tekanan-tekanan terhadap anggaran pemerintah. Dan ketika jembatan  Sungai Mahakam runtuh, baru tergerak untuk menyelidiki kasus korupsinya dan sudah diduga pemborongnya yang harus bertanggung jawab, bukan pemberi keputusan.
Para pakar ekonomi memberikan pendapat bahwa salah satu faktor keterbelakangan pembangunan ekonomi di Afrika dan Asia, terutama di Afrika, adalah korupsi yang berbentuk penagihan sewa yang menyebabkan perpindahan penanaman modal(capital investment) ke luar negeri, bukannya diinvestasikan ke dalam negeri Seperti halnya Soeharto yang sering mengambil satu potongan dari semuanya (meminta sogok) melalui tangan yayasan2nya,  walaupun  lebih memberikan kondisi untuk pembangunan, melalui investasi infrastruktur, ketertiban hukum, dan lain-lain, namun prilaku tersebut ditiru oleh orang2 sekelilingnya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.

2 komentar:

  1. Tulisan bagus Mbak. Sumbernya darimana saja ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh.. maaf..
      Mbak (sok mbak2 :D) juga lupa drmn ini dapetinnya..

      kamu kok bisa sampai kesini?
      ada tugas sejarah ya? :D

      Hapus